
WASHINGTON — Di bawah tekanan investigator keselamatan penerbangan, lembaga penerbangan Amerika, Federal Aviation Administration, akan membuka data mengenai kecelakaan pesawat akibat menabrak burung ke masyarakat mulai Jumat (24/4).
The National Transportation Safety Board atau Komite Nasional Keselamatan Transportasi Amerika dalam suratnya kepada FAA, menurut kantor berita Reuters, Kamis (23/4), menekankan, kurangnya informasi dapat menghambat upaya memahami alam dan perilaku binatang liar terhadap keselamatan penerbangan.
Dalam dunia penerbangan, isu keselamatan penerbangan dalam kaitannya dengan persinggungan terhadap burung liar sebenarnya tak umum. Namun, ketika pesawat milik United Stated Airways bertabrakan dengan burung sehingga mematikan dua mesinnya, lantas pesawat itu mendarat di Sungai Hudson, maka isu ini mendapat perhatian.
FAA pun pernah menyatakan, gangguan tabrakan burung dengan pesawat menyebabkan kerugian sebesar 600 juta dollar Amerika per tahun dan mengakibatkan 200 jiwa melayang sejak tahun 1988.
