
Setelah menuai protes dari umat Budha, akhirnya Buddha Bar berganti nama menjadi 'Bataviasche Kunstkring'.
Manager Operasional Buddha Bar, Hendri Marheroso, Selasa 21 April 2009, mengatakan, nama itu dipilih untuk mengabadikan nama asli gedung sejarah yang ditempati Buddha Bar. (Sumber: Vivanews).
Keberadaan waralaba dari Prancis ini diperkarakan karena menggunakan tema Buddha untuk hiburan. Buddha Bar sempat didemo oleh Kesatuan Aksi Umat Beragama Tolak Buddha Bar pada hari Senin 30 Maret 2009.
Pada 15 April 2009, Dirjen HaKI mencabut izin operasional usaha dagang Buddha Bar di Jakarta. Surat pencabutan izin usaha itu ditujukan kepada Dirjen Agama Buddha Departemen Agama. Tembusannya dikirim ke sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
Sempat muncul desas-desus kalau Caleg DPR dari PDIP Puan Maharani adalah salah satu pemegang saham waralaba ini. Namun melalui surat yang dilayangkan ke Jakarta Post, pengacara Puan mengklarifikasi kalau putri Megawati ini tidak memiliki kaitan apapun dengan Buddha Bar.
