BANDA ACEH - Sampai saat ini tunggakan rekening listrik di Kota Banda Aceh mencapai Rp 59 miliar lebih. Untuk meminimalisir angka yang belum tertagih tersebut, PLN menerapkan sistem jemput bola dengan menyediakan loket berjalan melalui empat unit mobil. Hal itu dikatakan Ir Zulkifli, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD di News Room Serambi Indonesia, saat mengunjungi redaksi surat kabar ini, Kamis (30/4) bersama sejumlah pejabat PLN lainnya.
Didampingi Deputi Manajer Pembangkitan, Defiar Anis, Manager Bidang SDM Dedi Rusfandi, dan Pelaksana Harian (PH) Deputi Manager Humas Alinur Chaniago, menambahan, pihaknya telah mengumumkan melalui media massa bahwa PLN akan mengambil tindakan tegas terhadap tunggakan rekening listrik. Bahkan, tidak segan-segan akan memutuskan jaringan sekaligus. Begitupun, tambah Zulkifli, PLN juga memberi keringanan kepada pelanggan untuk dapat mencicil tunggakan.
Untuk memudahkan masyarakat dalam membayar rekening listrik, PLN juga telah menyediakan loket berjalan yang akan hadir di perkampungan penduduk. “Saat ini kami baru mengoperasikan dua unit mobil sebagai loket berjalan, dan dua unit mobil loket lainnya juga segera dioperasikan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar rekening listrik,” ujar Zulkifli. Katanya, mobil yang dijadikan loket berjalan itu akan melayani masyarakat secara berpindah-pindah dari satu desa ke desa lainnya. Namun, hingga saat ini Zulkifli belum bisa memberikan jadwal tepat dan di lokasi-lokasi mana mobil itu akan standby (berdiri).Dalam pertemuan dengan jajaran redaksi Harian Serambi Indonesia itu, Zulkifli memaparkan, masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk berhemat listrik. Padahal penghematan listrik tersebut bisa menguntungkan semua pihak, terutama pelanggan itu sendiri.
Turunkan petugas
Sementara itu, menanggapi pertanyaan terhadap lambannya respon petugas PLN dalam setiap laporan masyarakat, Zulkifli mengaku akan merobahnya secara pelan-pelan. Menyangkut soal keluhan masyarakat Ulee Kareng, terutama warga BTN Lamglumpang dan sekitarnya tentang tak stabilnya arus listrik sejak pascatsunami, Zulkifli berjanji akan menurunkan petugas untuk mengeceknya.
“Terima kasih atas informasinya, dalam waktu dekat kami akan turunkan petugas untuk memeriksa masalah keluhan warga itu ke lokasi,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NAD itu berjanji. Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Komplek BTN Lamglumpang, Ulee Kareng dan sekitarnya mengeluh, karena pascatsunami hingga saat ini arus listrik di kawasan itu tidak stabil. Bahkan, banyak barang elektronik milik warga setempat yang rusak karena naik-turunnya arus secara mendadak tersebut. Menurut Jafar warga setempat, persoalan itu telah berulang kali dilaporkan ke PLN, tapi tidak ada respon dari pihak PLN.
