BANDA ACEH - Pemerintah Jerman akhirnya menyatakan siap bekerjasama dengan Pemerintah Aceh untuk menindaklanjuti proyek ekploitasi energi panas bumi (geotermal) yang terdapat di Gunung Seulawah Agam, Aceh Besar. Dukungan tersebut disampaikan Perwakilan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Dr Fuellenbach, dalam pertemuan khusus dengan jajaran Pemda Aceh di kantor Gubernur Aceh, Rabu (29/4). Pertemuan dipimpin oleh Asisten III Sekda Aceh, Bakhtiar, dihadiri Staf Ahli Gubernur Aceh, A Rahman Lubis (pimpinan Geothermal Working Group), Kepala Biro Isra Saifuddin Harun, dan beberapa staf lainya.
Dalam siaran pers yang diterima Serambi dari Kabag Humas Pemerintah Aceh Nurdin F Joes, dikatakan bahwa tahun lalu, atas permintaan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Jerman telah mengalokasikan dana hibah sebesar tujuh juta Euro atau setara Rp 105 miliar untuk kegiatan awal ekplorasi proyek tersebut. Secara keseluruhan, dana yang dibutuhkan dalam proyek eksploitasi diperkirakan mencapai Rp 160 miliar, atau 10 kali lebih besar dari biaya eksplorasi.
Proyek geotermal Seulawah Agam dimulai dengan mengkonversi energi panas bumi menjadi tenaga listrik berkapasitas 40 megawatt (MW). Daya sebesar ini cukup memenuhi kebutuhan maksimal listrik untuk Kota Banda Aceh yang hanya mencapai 30 MW. Energi geotermal Seulawah Agam diperkirakan memiliki potensi 250 MW. Energi yang dibangkitkan dari panas bumi dan banyak tersimpan di bawah permukaan Gunung Seulawah Agam ini selanjutnya dikonversi menjadi tenaga listrik melaui media penyerap panas. Proses ini juga membutuhkan sebuah sistem pembangkit listrik (power plant).
Selanjutnya, apabila air panas alam mengalami kontak dengan udara karena fraktur (retakan), maka air panas bercampur uap akan menyembur keluar melalui retakan tersebut. Air dari uap panas inilah yang nantinya akan melewati media penyerap panas dan dikonversikan menjadi tenaga listrik dan sebagainya. Dalam pertemuan itu, Asisten III Bakhtiar mengatakan, Pemerintah Aceh sangat berterima kasih atas ketulusan Pemerintah Jerman membantu meujudkan proyek geotermal tersebut. “Semua itu sangat bermanfaat bagi rakyat Aceh yang sampai hari ini masih merasakan kekurangan daya listrik, terutama pada saat beban puncak pada malam hari,” katanya.
